Kamar nenek

Jadi ini cerita bertahun tahun lalu lamanya saat saya masih SMP (sekarang saya sudah lulus kuliah).,


Lokasi : Minomsari, Kediri

Cerita ini dimulai saat Lebaran,.
karena kami sekeluarga juga ikut merayakan hari raya idul fitri, kami sekeluarga mengunjungi tante kami yang berada di Kediri.,
Rumah tante kami merupakan rumah tua, seperti tusuk sate., ruang tamu dan ruang keluarga semuanya berada di bagian depan, lalu dapur dan kamar mandi ada di bagian paling belakang., dan diantara bagian depan dan bagian belakang, terdapat lorong kecil panjang.,
dan disamping lorong tersebut merupakan kamar nenekku., ya., nenekku yang telah meninggal.,

jadi rumah tersebut sebenarnya ditinggali oleh 4 orang.,
nenekku, dan 3 orang tanteku.,
tetapi karena nenekku telah meninggal, dan ke 2 tanteku sudah berkeluarga, sehingga rumah tersebut ditinggali oleh salah seorang tanteku sendirian.,
dan bayangkan saja, rumah tua nan besar tersebut ditinggali seorang diri? tentu saja sangat merepotkan, sehingga banyak kamar kosong dan tidak terawat, seperti banyak debu, hingga dijadikan gudang.,

dan salah salah satu yang sekaligus akan saya ceritakan disini adalah kamar nenek saya.,

kamar nenek saya yang berada di samping lorong, merupakan kamar yang sangat luas, sehingga kemudian dijadikan gudang.,
saya sendiri juga tidak sepenuhnya paham kenapa, tetapi., pintu kamar nenek saya tersebut DIRANTAI dari luar., sangat aneh bukan untuk sebuah kamar?


dan dimulailah ceritanya.,
saat itu kami sekeluarga sedang di ruang depan sedang bercanda ria., tiba tiba saja saya kebelet buang air kecil.,
sejujurnya memang saya penakut, hehe, jadi saya minta tolong untuk ditemani ke belakang.,
tetapi karena memang saya cowo, jadi malah saya diomeli
jadi mau tidak mau saya harus ke belakang SENDIRIAN.,

awalnya saya memang sudah takut sih, jadi perasaan saya memang sudah tidak enak., tetapi karena saat magrib masi sedikit ada cahaya, jadi... yaaaa okelah gppa, nanti buang air kecilnya cepat saja,.
set, set, set, saya berjalan dari ruang keluarga di depan ke kamar mandi di belakang.,
naaaah.,
disini yang jadi masalah.,

saya harus melewati kamar nenek saya tersebut.,

karena saya memang penakut, jadi saya sangat berhati hati saat hendak melewati kamar nenek saya tersebut,.
saat itu pikiran saya mulai kemana mana, suasana mencekam ditambah pikiran pikiran aneh kenapa pintu tersebut di rantai membuat saya semakin ketakutan.,

tap.,
tap.,
tap.,
saya berjalan perlahan melewati kamar tersebut.,
.,
dan saat saya melewati pintu yang dirantai tersebut.,
..
..
.
.
BRAAAAAK!!!!!!
Pintu tersebut seperti ada yang mendobrak dari dalam!!!
saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana pintu tersebut terdorong ke arah luar,.
bagaimana rantai tersebut bergoyang.,
bagaimana suara pintu di dobrak.,

tanpa pikir panjang, tidak mau tau bagaimana caranya, yang ada dipikiran saya hanyalah saya ingin secepatnya tiba di depan, di ruang keluarga bersama keluarga saya.,

saya lari secepat dan sekuat tenaga saya.,
bak kilatan cahaya, mengalahkan usain bolt,.
dalam hitungan detik saya sudah berada di ruang keluarga bersama keluarga saya,.

disitu keluarga saya kebingungan melihat saya (Jelas, .,

setelah detak jantuk sedikit kembali normal, saya menceritakan semua kejadian tersebut kepada keluarga saya.,

dan disini saya sadar satu hal.,
ada yang disembunyikan oleh mereka.,
mereka memang berkata bahwa itu hanya imajinasi saya saja karena saya penakut., tetapi melihat ekspresi wajah mereka, saya yakin ada yang disembunyikan,.,
tetapi saya memaklumi hal tersebut, mereka tahu saya penakut, jadi saya yakin alasan kenapa mereka tidak bercerita kepada saya adalah untuk kebaikan saya sendiri,.

Prolog

Saya percaya pada mahluk halus, tetapi saya punya sedikit pendapat yang berbeda dengan itu.,

1. saya percaya mahluk halus itu ada
2. saya percaya mahluk halus dapat menggerakan benda benda di sekitar kita
3. saya percaya mahluk halus dapat menyentuh kita


tapi.,

1. saya tidak percaya jika mahluk halus memiliki wujud, menurut saya jika ada orang yang dapat melihat wujud mahluk halus, sebenarnya memang benar di sana ada mahluk halus dan dia melihatnya, tetapi wujud yang tertangkap matanya merupakan imajinasi dari pikiran dia sendiri, sehingga mahluk halus tersebut menampakkan diri sesuai imajinasi orang tersebut
2. saya tidak percaya jika ada orang yang dapat berkomunikasi dengan mahluk halus seraca lantang (berbicara layaknya orang sedang ngobrol), mahluk halus memang dapat berkomunikasi dengan kita, tetapi sebatas isyarat, sehingga sekali lagi, jika ada yang dapat berkomunikasi secara lantang, menurut saya itu hanya imajinasi dia yang tergambar seolah-olah dia benar benar sedang berkomunikasi dengan mahluk halus
3. saya tidak percaya mahluk halus dapat membunuh manusia secara fisik. saya memang percaya bahwa mahluk hidup dapat menyentuh kita, tetapi hanya sebatas menyentuh saja, itupun sentuhan halus, karena dari berbagai sumber yang saya baca, perbedaan dunia membuat keberadaan mahluk halus sangat lemah di dunia kita, sehingga sangat tidak mungkin mahluk halus dapat membunuh kita



PERHATIAN!!!
sekali lagi hal di atas merupakan pendapat subyektif saya sendiri, tentu saja akan banyak pendapat berbeda di luar sana,.